Minggu, 10 September 2017

Yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Jannah
Pondok Pesantren di Kalimantan Tengah Pondok Pesantren Raudhatul Jannah merupakan pesantren yang muda usianya. Pondok Pesantren yang menggunakan sistem perpaduan antara kurikulum Pondok dengan Depag. Pondok Pesantren didirikan pada tahun 1994 oleh H. Materan. Sebelum didirikannya Pondok Pesantren Raudhatul Jannah, mula-mulanya adalah Panti Asuhan yang diasuh oleh H. Materan yang sebelumnya itu tanahnya hanya untuk berkebun, terus ada pemikiran dari pemilik tanah H. Materan dengan H. Bustani untuk mendirikan Panti Asuhan sekaligus Pesantren pada tahun 1994, maka mulailah didirikan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren karena beliau memandang bahwa di daerah ini sangat minim panti asuhan dan pendidikan agamanya.
Pimpinan Pontren Sekarang
Sebuah Pondok Pesantren yang berkembangnya lumayan pesat namun ada beberapa hal sehingga menjadikan pondok ini menjadi pasang surut yang kepimpinannya sudah berganti sebanyak 5 orang, yang pertama dipimpin oleh Syekh Ust. H. Hanafi, yang kedua Syekh H. Hamidan, yang ketiga Syekh H. Zainal Arifin, yang keempat KH. Rafiq Nasir, yang kelima KH. Nasrul Mahmudi dan yang terakhir Syekh H. M. Yasin, Lc, Namun tekad dan semangat yang berkobar di benak pimpinan dan para guru tidak menciutkan keinginan mereka untuk membangkitkan kembali pondok pesantren ini demi membantu agama apalagi zaman sekarang kemorosotan moral anak-anak dan remaja tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja, namun sudah merambat ke seluruh pelosok desa dan kehidupan masyarakat yang berkurang akan pendalaman agama.
Seiring dengan perkembangannya zaman, Pondok Pesantren ini, lamban tapi pasti, senantiasa berkembang terus sedikit demi sedikit santrinya mulai bertambah. Terus berjalan lama kelaman ada
Lapangan Basket
pemikiran dari diri yayasan ingin mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada tahun 2005 yang perjuangnnya begitu berat, namun alhamdulillah Pimpinan dan para guru tidak patah semangat untuk berjuang sampai sekarang dan alhamdulillah Madrsah Tsanwiyah (MTs) mempunyai santri yang banyak dan sudah diakui oleh Kementerian Agama Palangka Raya dan mempunyai Ijazah negeri, dengan terus berjalan pada tahun 2007 maka didirikan lagi lembaga pendidikan Madrasah Diniyah Tingkat Ula dan Madrasah Diniyah Tingkat Wustha yang bertempat dikelas, masing-masing terdiri dari satu lokal dan alhamdulillah sekarang sudah terdaftar di Kementerian Agama Palangka Raya.
Siswa/Siswi Aliyah dalam Proses
Belajar Mengajar
Karena di daerah Sabaru belum ada pendidikan ke jenjang atas khususnya pendidikan islam maka pada awal tahun 2008 berdirilah Madrasah Aliyah untuk masyarakat yang ingin melanjutkan anak-anak mereka ke jenjang atas yang bersimbolkan islami
.
Adapun Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Palangka Raya beliau alumni dari Pondok Pesantren Al-Falah dan melanjutkan pendidikan ke Mesir yang menyandang gelar sarjana tafsir adapun guru-gurunya ada yang berasal dari Pondok Peantren Darul Hijrah, Darussalam dan yang lainnya berasal dari STAIN, Universitas Palangka Raya, dll.

Kondisi Masyarakat Sekitar Pondok Pesantren
Pondok Pesantren Raudhatul Jannah berada di wilayah Kereng Bangkirai tepatnya di desa Surung Kelurahan Sabaru Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, kehidupan masyarakat Surung pada saat pondok didirikan masih
tergolong rendah dan sekarang sudah mulai maju, sebagian besar mata pencahariannya petani, pencari ikan, buruh, dan sebagaian lainnya sebagi pedagang dan pegawai.
     
Masjid Raudhatul Jannah
Dalam keberagamaan, 70 % masyarakat Surung beragama Islam yang tergolong kurang mendalami agama, kondisi keberagamaan masyarakat tersebut sulit untuk menunjang kebaradaan Pondok Pesantren tersebut karena masyarakatnya bercampur baur dengan non muslim, dan tingkat pendidikannya masih kurang dalam arti belum 100 % menjalankan keagamaannya, namun masyarkat muslim tetap mendukung sepenuhnya terhadap keberadaan pondok ini.

Orgnisasi Kelembagaan
            Penyelenggara dan pengelolaan Pondok Pesantren Raudhatul Jannah menerapkan manajemen modern perpaduan antara kurikulum Pondok dengan Kementerian Agama, dibawah lembaga berbadan hukum berbentuk yayasan yang dinamakan “Yayasan Raudhatul Jannah”, dalam pelaksanaan kesehariannya, Pimpinan dibantu oleh beberapa pengurus lainnya yang direkrut dari kalangan pesantren yang lainnya dan masyarakat setempat.
Struktur organisasi kepengurusan pondok pesantren terdiri, Pimpinan, Sekretaris, Bendahara, Bagian hubungan masyarakat, Bagian pendidikan, Bagian keamanan, bagian kebersihan, bagian disiplin.

Kegiatan Pendidikan
      Kegiatan pendidikan yang diselenggarakan Pondok Peantren Raudhtul Jannah adalah jalur pendidikan sekolah, baik pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan. Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan menggunakan kurikulum Kementerian Agama, yang dilengkapi dengan laboratorium komputer, ruangan perpustakaan. Sedangkan pendidikan keagamaan yang diselenggarakan adalah : Madrasah Diniyah Tingkat Ula, Madrasah Diniyah Tingkat Wustha dan Tahfizul Qur’an dengan menggunakan kurikulum yang disusun pondok pesantren sendiri yang bertempat dikelas, sedangkan Tahfizul Qur’an bertempat di mesjid.
Aula Pontren
    Pemberian materi pelajaran agama pada Pondok Pesantren Madrasah Diniyah Tingkat Ula & wustha dimaksudkan agar santri dapat menambah ilmu agama supaya mereka ketika sudah melaksanakan pendidikan di pondok pesantren mereka bisa mengamalkan ilmu agama yang telah mereka tuntut. pondok pesantren, serta memberikan kesempatan kepada murid yang tidak sekeloh di pondok pesantren dapat mengikuti sekolah diniyah yang diselenggarakan pada sore hari. 

   Sumber Dana, Usaha Ekonomi dan Perkebunan
Kebun Jeruk Siam
     Dalam menyelenggarakan kegiatan operasional Pondok Pesantren memperoleh bantuan dari yayasan, donator tidak tetap, komite masyarakat dan bantuan dari pemerintah daerah/pusat, tentu saja sejumlah pemasukan dana tersebut termasuk kurang, karena untuk menggaji guru jauh dari harapan, oleh karena itu banyak guru mencari penghasilan sampingan untuk menutupi biaya hidup, dalam segi usaha ekonomi Pondok membangun koperasi pelajar yang untungnya untuk keperluan Pondok sendiri yang dikelola oleh para santri  dan diawasi oleh guru, selain itu  Pondok juga memiliki usaha perkebunan yang cukup luas diantaranya : Perkebunan Lengkeng, Jeruk siam, Terung, Pisang, pepaya

Program Pengembangan Ekstrakurikuler Pondok Pesantren
            Untuk meningkatkan motivasi dan daya santri dan masyarakat di Pondok, maka pihak
pengasuh dan para guru mengadakan program ekstrakurikuler. Kegiatan ekstra hariannya yang diselenggarkan adalah : Pemberian Kosakata B. Arab & B. Inggris, Latihan Pidato, Maulid Habsyi, Ratibul Haddad.
        Pondok Pesantren juga ingin sekali memajukan ekstrakurikuler lainnya supaya para santri bisa mengasah pengalaman dan bakat mereka dan memajukan Pondok Pesantren dari segi eskulnya, maka pada tanggal 17 Oktober tahun 2008 Pondok Pesantren menambah lagi eskulnya yaitu kegiatan pramuka yang dibawah lindungan langsung dari Mabigus sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren H. Ahmad Yasin, Lc yang resmi dilantik oleh Kwarcab 1511 Palangka Raya dengan nama Gugus Depan 275-276 Raudhatul Jannah, sesuai dengan nama Pondok Pesantrennya supaya mudah diingat oleh para santri dan masyarakat, sedikit demi sedikit gugus depan 275-276 Raudhatul Jannah membina dan melatih para santri dalam kepramukaan supaya bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba yang diadakan berbagai institusi dan alhamdulillah gugus depan 275-276 Raudhatul Jannah bisa ikut andil dalam berbagai perlombaan dan bisa juga meraih prestasi.







Profil Pontren Raudhatul Jannah

Yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Pondok Pesantren di Kalimantan Tengah Pondok Pesantren Raudhatul Jannah  merupakan pesantren y...

Pages

Pages

Prestasi